Kamis, 19 April 2012

Sistem Keamanan Perbankan di Indonesia

Beberapa waktu yang lalu banyaknya kasus yang terjadi pada bank-bank yang ada di Indonesia yaitu kasus pembobolan ATM diberbagai daerah di Indonesia yang membuat para nasabah-nasabah bank belakangan ini merasa tidak nyaman . Awalnya kekhawatiran itu muncul karena kasus penjebolan mesin ATM yang terjadi didaerah Bali . Ada nasabah yang tiba-tiba kehilangan uangnya tanpa melakukan suatu transaksi . Bahkan bukan hanya di Bali saja , sudah merambah ke kota-kota besar yang ada di Indonesia dan diperkirakan total kerugian yang didapat bank atau para nasabah tersebut mencapai miliaran rupiah .Maka dari itu sekarang muncul krisis kepercayaan nasabah terhadap bank . Adanya masalah-masalah inti yang mengawali banyaknya pembobol ATM semacam ini : Yang pertama adalah kurang diurusnya system perbankan , dengan kurang diurusnya system tersebut masyarakat atau para nasabah bisa saja tidak percaya lagi terhadap bank tersebut dan jika itu terjadi maka akan muncul krisis yang berlanjut seperti sekarang ini . Yang kedua adalah dari infrastruktur yang harus dibenahi , karena banyaknya kejadian pembobolan ATM maka pihak bank sebaiknya melakukan audit system teknologi yang biasa diterapkan oleh seluruh perbankan , karena kartu ATM yang saat ini dipergunakan pun measih belum cukup aman dari penggadaan kode . Dan solusi untuk meningkatkan keamanan system pada perbankan yaitu : Pihak Bank :
• Melengkapi ATM dengan pengaman tambahan seperti anti-skimmer, pad cover dan kamera CCTV
• Mengganti teknologi kartu dari magnetic stripe ke chip card
• Memeriksa mesin ATM secara berkala, terutama adanya pemasangan alat-alat penyadap PIN
• Meningkatkan monitoring terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan
• Mengaudit sistem keamanan secara rutin
• Mengedukasi dan mengingatkan nasabah akan pentingnya menjaga keamanan PIN
• Menyiapkan strategi keamanan jangka pendek, menengah dan panjang Pihak Nasabah :
• Selalu waspada ketika bertransaksi di ATM untuk memperhatikan apakah ada alat skimmer ataupun penyadap lainnya
• Selalu menjaga kerahasiaan nomor PIN
• Mengupayakan bertransaksi di ATM yang ada di dalam cabang bank
• Secara berkala, misalnya 2-3 bulan sekali, mengganti PIN
• Memindahkan cara transaksi ke Internet banking yang menggunakan token, yang jelas lebih aman Pihak Bank Indonesia :
• Menyiapkan standar penggunaan teknologi chip card untuk kartu ATM
• Mewajibkan bank mengaudit sistem keamanan secara berkala
• Menjaga hasil audit dari kebocoran
• Melakukan edukasi pada masyarakat
• Menyiapkan strategi keamanan perbankan nasional dalam jangka pendek, menengah dan panjang

 Sumber : http://jannessantoso.wordpress.com/2012/03/23/analisis-sistem-keamanan-bank/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar