1. Layanan Telematika
A. Layanan
Informasi (Information Service)
Layanan telematika yang pertama
adalah layanan informasi. Salah satu fasilitas bagi masyarakat untuk
mendapatkan informasi yaitu melalui internet dan telefon. Ada baiknya bila
fasilitas publik untuk mendapatkan informasi terus dikembangkan, seperti warnet
dan wartel. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan
memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun
desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau
di tempat kerjanya.
Oleh karena itu langkah-langkah
lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi
pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan
sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan
layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan
demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi
yang tidak terjangkau oleh masyarakat. Pada layanan ini telematika
menggabungkan sistem komunikasi dengan kendaran bergerak seperti mobil untuk
menawarkan layanan informasi secara langsung.
Contohnya :
· Navigation
assistant (real-time traffic information)
· Weather,
stock information
· Entertainment
and M-Commerce.
B. Layanan
Telematika di Bidang Keamanan
Layanan telematika yang kedua
adalah layanan keamanan. Layanan ini menyediakan fasilitas untuk keamanan
informasi dan data. Layanan terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol,
penentuan akses control dan auditin Bila ada sesuatu yang berjalan tidak
seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.
Contohnya :
· Emergency
rescue with 911
· Car
location tracing (thief-proof)
· Navigation
assistant
· Weather,stock
information
· Entertainment
and M-commerce.
· Penggunaan
Firewall dan Antivirus
C. Layanan
Context-Aware dan Event-base (Context-Aware Service)
Layanan Context Aware dan
Event-Based Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk
mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari
pengguna (user) dan penggunaan network itu sendiri, serta memberikan layanan
yang sesuai dengan parameter-parameter itu.
Contohnya :
· Vehicle
Diagnostic Service
· Car
Insurance based on driving statistic
Beberapa konteks yang dapat
digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user,
jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Tiga hal yang menjadi
perhatian sistem context-aware menurut Albrecht
Schmidt, yaitu:
1. The
acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan
pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan,
sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor
lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi
tersebut.
2. The
abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana
cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi
yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan
bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
3. Application
behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling
penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya
yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan
kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.
D. Layanan
Perbaikan Sumber (Resource Discovery Service)
Layanan telematika yang terakhir
adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah
layanan untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi
dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
Contohnya :
·
Yellow pages service
Layanan perbaikan sumber yang
dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM
telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan
telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik,
dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan
masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang
telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan
SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan
informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.Kebutuhan akan SDM dapat
dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :
· Dilihat
dari bidang ekonomi
· Dilihat
dari bidang politik
2. Teknologi yang Terkait Interface Telematika
Interface telematika adalah
atribut sensor dari pertemuan sistem jaringan komunikasi dan teknologi
informasi yang berhubungan dengan pengoperasian oleh pengguna. Ada 6 buah
teknologi yang terkait dengan interface telematika, yaitu:
A.
Head Up Display
System
Head-up display, atau disingkat
HUD, adalah setiap tampilan yang transparan menyajikan data tanpa memerlukan
pengguna untuk melihat diri dari sudut pandang atau yang biasa
B.
Tangible User
Interface
Tangible User Interface (TUI)
adalah sebuah antar muka pengguna di mana seseorang berinteraksi dengan
informasi digital melalui lingkungan fisik. Sebuah TUI adalah salah satu
teknologi dimana pengguna berinteraksi dengan sistem digital melalui manipulasi
obyek fisik terkait dan langsung mewakili kualitas sistem tersebut.
C.
Computer
Vision
Computer Vision adalah ilmu dan
teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengekstrak informasi dari
gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu
disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan
bahwa ekstrak informasi dari gambar.
D.
Browsing Audio
Data
Browsing Audio Data merupakan
metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang
ditangkap oleh sebuah IP kamera. Sebuah komputer lokal digabungkan ke LAN
(local area network) untuk mendeteksi IP kamera.
E.
Speech
Recognition
Speech Recognition adalah proses
identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan dengan melakukan konversi
sebuah sinyal akustik, yang ditangkap oleh audio device (perangkat input
suara). Speech Recognition juga merupakan sistem yang digunakan untuk mengenali
perintah kata dari suara manusia dan kemudian diterjemahkan menjadi suatu data
yang dimengerti oleh komputer.
F.
Speech Synthesis
Speech synthesis adalah
transformasi dari teks ke arah suara (speech). Transformasi ini mengkonversi
teks ke pemadu suara (speech synthesis) yang sebisa mungkin dibuat menyerupai
suara nyata, disesuaikan dengan aturan – aturan pengucapan bahasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar